Warga Desa Sungai Ruan Digegerkan Dengan Penemuan M4y4t Perempuan Lansia Didalam Rumah

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANKSI.ID, BATANG HARI – Warga RT 08 Desa Sungai Ruan Ulu, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Jambi digegerkan dengan adanya penemuan jenazah wanita lanjut usia (Lansia) didalam rumah.

Seorang perempuan lansia itu berinisial A (67) ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya, Senin (1/7/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dugaan sementara, korban tewas akibat kekerasan benda tumpul, namun penyelidikan kini terhambat lantaran pihak keluarga enggan mengizinkan otopsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa mengejutkan ini pertama kali terungkap saat seorang tetangga merasa curiga karena sejak pagi rumah korban terlihat sunyi.

Padahal, dalam keseharian, wanita lansia itu dikenal sebagai sosok yang cukup aktif dan sering berkunjung ke rumah sanak saudara.

“Biasanya pagi-pagi nyai sudah kelihatan duduk di depan rumah atau keluar jalan. Hari ini sepi sekali. Begitu dicek, ternyata sudah meninggal,” ungkap seorang warga setempat yang meminta namanya dirahasiakan.

Temuan mengejutkan itu langsung dilaporkan warga ke perangkat desa dan kepolisian. Tak lama berselang, petugas pun memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

Adapun hasil pemeriksaan awal oleh salah sayu Dokter dari Puskesmas Setempat menemukan luka pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan adanya benturan benda tumpul.

Temuan tersebut semakin menambah tanda tanya besar di tengah masyarakat, selain itu ada dugaan motif ekonomi yang melatarbelakangi tragedi tersebut mengingat korban dikabarkan baru saja menerima bantuan uang dari Pemerintah.

Kendati demikian, dugaan itu masih sebatas bisik-bisik warga dan belum terkonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Maro Sebo Ulu turut membenarkan adanya laporan masyarakat atas penemuan jasad korban.

Namun proses hukum masih berjalan di tempat, karena pihak keluarga hingga saat ini belum membuat laporan resmi ke polisi.

“Kami memang sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Namun sampai saat ini kami masih menunggu pihak keluarga korban membuat laporan polisi agar penyelidikan bisa dilanjutkan secara resmi,” tegas Kanit Reskrim.

Di sisi lain, pihak keluarga tegas menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah wanita lansia itu, dan dengan sikap tersebut membuat aparat kepolisian tidak dapat melangkah lebih jauh untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, apalagi jika ada dugaan tindak pidana di balik peristiwa ini.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ruan, Jauhari, membenarkan adanya kabar duka diwilayah kepemimpinannya tersebut.

“Benar, salah seorang warga kami ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Soal penyebab pastinya belum bisa kami pastikan karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” jelas Jauhari.

Kades Jauhari pun meminta masyarakat untuk menahan diri dari spekulasi berlebihan dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat hukum.

Namun Kades Sungai Ruan Ulu juga menegaskan bahwa jika benar terbukti ada kekerasan, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya.

“Kami semua berharap jika memang ada tindakan kekerasan atau motif lain di balik kematian ini, pelakunya bisa segera terungkap dan dihukum seadil-adilnya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” Harap Jauhari dengan nada tegas.

Diketahui, Ani sehari-hari tinggal hanya bersama anaknya yang merupakan penyandang disabilitas mental (ODGJ). Kondisi ini pula yang memicu rasa prihatin warga sekitar, sekaligus kekhawatiran adanya tindak kriminal yang memanfaatkan kerentanan korban.

Hingga berita ini diturunkan, rumah korban masih dalam penjagaan garis polisi. Warga sekitar masih diselimuti rasa duka yang mendalam sekaligus penasaran yang mendalam.

Kasus kematian tragis tersebut kini menjadi misteri yang menunggu jawaban, sementara langkah hukum terhambat oleh keengganan keluarga untuk melapor ataupun mengizinkan otopsi.

Publik kini menanti keberanian keluarga korban untuk membuka pintu keadilan, agar misteri kematian sang nenek dapat terkuak hingga tuntas.

Akomentar Anda Terkait Artikel Ini?

Berita Terkait

BULOG Jambi Perketat Pengawasan Bantuan Pangan, Jaga Transparansi dan Akuntabilitas
Laga Persahabatan Bola Kaki Antar Insan Pers Se-Provinsi Jambi Diundur, Ini Jadwal Terbarunya
Pemkab Batang Hari Resmi Melaunching Aplikasi Rumah Bunda
Gubernur Al Haris : Hari Kesaktian Pancasila Jadi Refleksi Anak Bangsa bahwa Pancasila Pernah Dirongrong
Pemkab Batang Hari Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026
Gelar Program “Jaksa Penting” Kejari Batang Hari Bersama IAD Salurkan Bantuan Gizi Selama 6 Bulan
Tim Gabungan Tangani Kebakaran Lahan di Desa Manis Mato, Muaro Jambi
Panitia Penyelenggara Ajang Silaturahmi Antar Pers se Provinsi Jambi Gelar Rapat Pemantapan Persiapan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

BULOG Jambi Perketat Pengawasan Bantuan Pangan, Jaga Transparansi dan Akuntabilitas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Laga Persahabatan Bola Kaki Antar Insan Pers Se-Provinsi Jambi Diundur, Ini Jadwal Terbarunya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Pemkab Batang Hari Resmi Melaunching Aplikasi Rumah Bunda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Gubernur Al Haris : Hari Kesaktian Pancasila Jadi Refleksi Anak Bangsa bahwa Pancasila Pernah Dirongrong

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Pemkab Batang Hari Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026

Rabu, 30 September 2026 - 22:22 WIB

Tim Gabungan Tangani Kebakaran Lahan di Desa Manis Mato, Muaro Jambi

Rabu, 30 September 2026 - 15:12 WIB

Panitia Penyelenggara Ajang Silaturahmi Antar Pers se Provinsi Jambi Gelar Rapat Pemantapan Persiapan

Selasa, 29 September 2026 - 21:50 WIB

Bupati MFA Resmi Buka Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Pembimbing TKA Tahun 2026

Berita Terbaru

Adventorial

Pemkab Batang Hari Resmi Melaunching Aplikasi Rumah Bunda

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:24 WIB