Al Haris Bapak Infrastruktur Jambi

- Redaksi

Senin, 7 Oktober 2024 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Musri Nauli 

SANKSI.ID, OPINI,- Sebagai pejalan yang sering menempuh perjalanan ke berbagai Desa, entah ke Batin Pengambang, desa-desa yang terletak di Kecamatan Batang Asai (Sarolangun), Ke Kumpeh (dahulu dikenal Kumpeh Ilir, Muara Jambi), Ke Senyerang (Tanjabbar), saya merasakan betul. Hancurnya jalan-jalan yang ditempuh. Suasana itu dirasakan hingga menjelang akhir tahun 2020.

Ke Batang Asai jangan ditanyakan. Rasanya tidak mungkin melewati jalan yang akan ditempuh. Tahun 2014, harus menggunakan mobil double gardan. Itupun harus terbang-terbang. Memacu agar tidak terjebak di tengah lubang yang menganga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lagi harus berhenti. Membantu mobil yang terjebak ditengah-tengah lubang. Tali wing kemudian harus dikeluarkan. Membantu agar mobil dapat keluar dari lubang.

Tahun 2017, jalan ke Senyerang Sangat menyedihkan. Baru lewat saja LP Teluk Nilau, rasanya mau menangis. Entah berapa kali motor harus didorong.

Cerita jalan Kumpeh paling menyedihkan. Hampir 20 tahun jalan ini tidak pernah disentuh. Jangankan ke Tanjung (Ibukota Kecamatan Kumpeh), baru lewat saja Muara Kumpeh didepan kantor Kecamatan Kumpeh Ulu, selewat dari Simpang Pelabuhan, lubang-lubang begitu menganga. Terus sampai ke Pudak.

Setelah itu didepan Kota Karang, Depan SD, kendaraan harus pelan-pelan. Menghindari lubang-lubang yang dalam. Dan itu praktis hingga Arang-arang.

Baru melewati Kantor Desa Arang-arang, kembali kita kendaraan harus mencari jalan. Supir harus lincah mengatur kendaraannya.

Menjelang Pemunduran, setelah SD, lubang-lubang dalam kembali mengintai. Dan itu menjadi tempat “paling keramat”. Hampir praktis rutinitas mobil-mobil kembali tenggelam. Dan membuat macet hingga berjam-jam.

Sedikit menikmati jalan yang aspal mengelupas di sekitar Puding, kembali hancur memasuki Pematang Raman. Belum lagi jembatan yang begitu tinggi. Kalaupun mobil sedan harus siap-siap “grassreck”. Gesekan bawah kendaraan dengan ujung jembatan.

Memasuki Desa Pematang Raman yang harus pelan-pelan, sesak rasanya dada ini, sedikit agak lumayan memasuki Sungai Bungur dan Sponjen.

Menjelang Dusun Pulau Tigo (Desa Sponjen), kembali lubang mengintai. Tidak hanya membuat macet. Tapi bisa menenggelamkan bodi mobil. Saking dalamnya lubang. Dan itu adalah rute yang sering membuat mobil mengangkut Sawit terdampar.

Begitu seterusnya hingga ke Tanjung Ulu (Kelurahan Tanjung).

Suasana perjalanan ke Batang Asai, Ke Senyerang dan Kumpeh adalah Mimpi buruk. Termasuk mempersiapkan segala skenario apabila menempuh perjalanan. Suasana itu masih terasa.

Namun hanya memerlukan waktu 4 tahun efektif, Al Haris sebagai Gubernur Jambi yang memprioritaskan infrastrukur langsung “gercap”.

Pelan-pelan dan program yang dikemas dengan cara mencicil (multiyears), mimpi itu kemudian terwujudkan.

Lagi-lagi sebagai pejalan, perubahan setiap detail perjalanan, setiap lubang yang telah ditambal, setiap kemajuan yang diraih, benar-benar dirasakan penulis. Dan itu berkejaran dengan waktu untuk menuntaskan program-program yang menjadi tanggungjawab Al haris sebagai Gubernur Jambi.

Alhamdulilah. Mendengarkan langsung dari masyarakat, merasakan langsung perubahan dan setiap kemajuan jalan-jalan yang semula mimpi buruk kemudian dapat dinikmati masyarakat Jambi, akhirnya saya berkeyakinan.

Al Haris menunaikan tugasnya. Al haris mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak. Menjadi garda terdepan. Membenahi infrastruktur di Jambi.

Tidak salah kemudian saya berani menyematkan. Al Haris sebagai Bapak Infrastrukur Jambi.

Sembari itu apabila di suatu saat nanti. Perjalanan dan mimpi buruk jalan dan infrastrukur di Jambi

kemudian hanya bisa diceritakan. Termasuk kisah-kisah dibalik jalan buruk.

Dan sembari itu saya tersenyum. Bagaimana upaya Al Haris menjadi Bapak Infrastrukur Jambi.

Terima kasih, Pak Gub. Terima kasih atas dedikasimu untuk masyarakat Jambi.

Akomentar Anda Terkait Artikel Ini?

Berita Terkait

10 Tim Pers Siap Berlaga di Ajang Silaturahmi Fun Football Batang Hari
Aksi Sosial, Komunikasi Trail Tambat Bagikan Masker Gratis
Kabut Asap Tak Surutkan Jajaran Polres Batang Hari Berikan Pelayanan Kepada Masyarakat
Ketua GOW Nuraini Zubir Pimpin Pertemuan Rutin, Ini Yang Dibahas
Pemkab Batang Hari Silaturahmi dan Koordinasi Dandim 0415/Jambi, Ini Yang Bahas 
Dari Hutan ke Media Sosial : Warga Batang Hari Belajar Menyuarakan Wilayahnya
Sekda Mula P Rmbe Bersama Asisten I M Rifa’i Kunjungi SMPN 21 Batang Hari
Pemkab Batang Hari Tunjukkan Komitmen Wujudkan Daerah Inklusif dan Ramah Disabilitas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:46 WIB

10 Tim Pers Siap Berlaga di Ajang Silaturahmi Fun Football Batang Hari

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Aksi Sosial, Komunikasi Trail Tambat Bagikan Masker Gratis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Kabut Asap Tak Surutkan Jajaran Polres Batang Hari Berikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Ketua GOW Nuraini Zubir Pimpin Pertemuan Rutin, Ini Yang Dibahas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Pemkab Batang Hari Silaturahmi dan Koordinasi Dandim 0415/Jambi, Ini Yang Bahas 

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Sekda Mula P Rmbe Bersama Asisten I M Rifa’i Kunjungi SMPN 21 Batang Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Pemkab Batang Hari Tunjukkan Komitmen Wujudkan Daerah Inklusif dan Ramah Disabilitas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

BULOG Jambi Perketat Pengawasan Bantuan Pangan, Jaga Transparansi dan Akuntabilitas

Berita Terbaru

Batang Hari

Aksi Sosial, Komunikasi Trail Tambat Bagikan Masker Gratis

Kamis, 8 Okt 2026 - 21:48 WIB