Tekwan Super Pedas dan Kenangan Masa Muda Zulva Fadhil

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanksi.id  Batang Hari –  Di balik sosok Zulva Fadhil yang kini dikenal sebagai pendamping hidup Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief yang tenang dan matang, tersimpan kisah masa muda yang sederhana namun membekas, tentang seporsi tekwan dan cabai yang tak pernah setengah-setengah. Bagi Zulva atau akrab disapa Siul, tekwan bukan sekadar makanan, melainkan teman setia di masa-masa muda yang penuh cerita.

Kenangan itu kembali mencuat lewat cerita sahabat dekatnya, Bertha Regina, yang mengenal Zulva sejak muda. Ia mengenang satu kebiasaan yang menurutnya tak pernah berubah yakni kecintaan Zulva pada tekwan super pedas.

“Dari dulu dia itu paling suka tekwan, tapi harus pedas sekali. Kalau belum berkeringat dan wajahnya memerah, katanya belum nikmat,” tutur Bertha Regina sambil tertawa, mengenang kebiasaan sahabatnya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bertha, hampir setiap kesempatan berkumpul selalu diakhiri dengan berburu tekwan. Tak jarang, Zulva justru menambah sambal sendiri, bahkan ketika orang lain sudah menyerah dengan tingkat kepedasan.

“Yang lain sudah kepedasan, dia masih santai. Katanya justru di situ sensasinya,” tambah Bertha.

Bagi Zulva Fadhil, tekwan pedas bukan sekadar soal rasa. Ada cerita tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan masa muda yang dijalani apa adanya. Ia pun tak menampik kenangan tersebut saat dimintai tanggapan.

“Benar itu,” ujar Zulva sambil tersenyum.

“Tekwan pedas dulu seperti pelarian sederhana. Harganya murah, tapi bisa bikin bahagia. Pedasnya itu yang bikin segar, mungkin karena dulu semangat juga masih pedas-pedasnya,” katanya berkelakar.

Zulva mengakui, kebiasaan itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Meski kini waktu dan keadaan telah banyak berubah, kenangan tentang tekwan pedas tetap melekat sebagai pengingat masa muda yang penuh canda dan kebersamaan.

“Sekarang mungkin tidak sesering dulu, tapi setiap makan tekwan, rasanya seperti pulang sebentar ke masa muda,” tutupnya.

Seporsi tekwan pedas, bagi Zulva Fadhil, bukan hanya tentang rasa di lidah, melainkan tentang kenangan yang tak pernah benar-benar usang, hangat, sederhana, dan selalu meninggalkan senyum.

Akomentar Anda Terkait Artikel Ini?

Berita Terkait

Belasan Pegawai Pemkab Batang Hari Dilantik Bupati M Fadhil Arief 
Kalapas Kelas IIB Muara Bulian Sematkan Tanda Kenaikan Pangkat ke 22 Orang Pegawai
Gubernur Al Haris Hadiri Entry Meeting BPK RI, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Daerah
Komisi I DPRD Jambi Konsultasi ke Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum RI
Wagub Sani Ajak Muslimat NU Sinergi Bangun Daerah Jambi
Lapas Muara Bulian Gelar Penggeledahan Rutin Blok Hunian
Penghujung Ramadan, Bupati MFA Umumkan Pemenang Lomba Hadroh dan Rebana
Jama’ah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidyah Al-Asnawiyah Batang Hari Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 18:38 WIB

Belasan Pegawai Pemkab Batang Hari Dilantik Bupati M Fadhil Arief 

Kamis, 2 April 2026 - 14:22 WIB

Kalapas Kelas IIB Muara Bulian Sematkan Tanda Kenaikan Pangkat ke 22 Orang Pegawai

Kamis, 2 April 2026 - 14:12 WIB

Gubernur Al Haris Hadiri Entry Meeting BPK RI, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Daerah

Kamis, 2 April 2026 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jambi Konsultasi ke Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum RI

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:23 WIB

Lapas Muara Bulian Gelar Penggeledahan Rutin Blok Hunian

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:21 WIB

Penghujung Ramadan, Bupati MFA Umumkan Pemenang Lomba Hadroh dan Rebana

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:17 WIB

Jama’ah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidyah Al-Asnawiyah Batang Hari Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:44 WIB

Bupati MFA Kembali Raih Penghargaan di Acara Cahaya Hati Award 2026

Berita Terbaru