Peserta Sharing Session BPJN Jambi Antusias Dapatkan Transfer Ilmu Geofoam di Tol Baleno Seksi 3 Jambi

- Redaksi

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANKSI.ID, JAMBI,- Tinggi-nya antusias 60 peserta ‘Sharing Session’ di Tol Bayung Lencir-Tempino (Baleno) Seksi 3 tak bisa bohongi. Mereka tampak sangat tertarik dengan ide Geofoam dan transfer ilmu ‘sharing session’ yang diinisasi oleh Balai Pelaksnaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi melalui Satker Pembangunan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) beberapa waktu lalu.

Panasnya matahari pada siang hari selasa itu membuat gentar para peserta karena ada ilmu baru yang disuguhkan perwakilan Kementerian PUPR di Jambi itu.

Para akademisi yang sudah paham teori dan praktisi pembangunan jalan dibuat kagum dengan ide yang diambil BPJN Jambi dalam hal penerapan Geofoam di lintasan Baleno seksi 3. Awalnya mereka dibekali presentasi dari pihak BPJN di Swiss Bell Hotel Jambi, lalu peserta dibawa dengan 2 Bus AKAP menuju lokasi tol impian Jambi itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu setibanya di Direksi Keet Tol di Sebapo,Muaro Jambi peserta diberikan helm dan rompi sebagai pedoman wajib Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tak hanya itu, tim yang didalamnya termasuk kontraktor Tol Hutama Karya juga menjelaskan tata tertib saat di lokasi pekerjaan Tol.

Peserta Sharing Session itu berasal dari Pejabat lapangan BPJN Jambi, PPK lainnya,ada juga Dinas PUPR Provinsi, Universitas Batanghari, Universitas Jambi ada dari Himpunan Pengusaha Jalan Indonesia.

Salah seorang peserta yang ikut dalam sharing session ini, Akademisi Universitas Batanghari, Ir.Asmuni Jatoeb, MT mengapresiasi ide penggunaan Geofoam dan “Sharing Session” yang diinisiasi BPJN Jambi ini yang dipimpin oleh Kepala BPJN Ibnu Kurniawan ini.

“Untuk di Jambi merupakan sesuatu yang baru, teknologi dan inovasi baru dan pembangunan jalan. Dan mungkin kedepannya bukan hanya untuk jalan sama, lantaran Geofoam bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya. Seperti tembok penahan tanah yang berfungsi menahan beban timbunan sesuai fungsi mengurangi beban tanah,” ucap pria yang juga Wakil Ketua II Pengembang Jalan Indonesia (PJI) Provinsi Jambi ini.

Ia menilai metode pembangunan ini, setelah dijelaskan oleh pihak ahlinya, bisa digunakan pada jalan jalan Nasional, Provinsi atau Kabupaten nantinya.

“Karena kita tahu lahan di bagian Timur Provinsi Jambi lahannya tanah lunak, jadi untuk membuat jalan itu salah satu solusi dibandingkan mortar. karena mortar lebih lama prosesnya. Geofoam ini fabrikasi dan pemasangan bisa lebih cepat, seperti panjang 6 meter, 1 kali pasang sudah 6 meter kubik. Ini salah satu solusi,” ucap Asmuni.

Lanjutnya, jika soal efesiensi, jika dibandingkan tanah timbunan sangat bisa 0,7 ton per meter kubik, lalu beton bisa 2,4 ton. Sedangkan Geofoam hanya sekitar 30 kilogram per meter kubik.

“Artinya kalau ini kita pakai, 1 kubus 1×1 meter satu orang bisa mengangkatnya,” ucapnya.

Meski demikian, Asmuni bilang yang perlu diperhatikan adalah proteksi setelah Geofoam dipasang. Karena kelemehan material adalah minyak dan api. Untuk hal itu ia menyebut sudah mendapatkan penjelasan memuaskan dari BPJN dan pihak vendor terkait.

“Untuk hal itu sudah dijawab juga, karena Geofoam dilapisi di bagian ujungnya, kalau kena api dia tak merambat. Bahkan nanti di lokasi pemasangannya Geofoam dengan geo membran di tutup lagi, dan ditutup dengan semen untuk mengurangi bahaya api. Penjelasannya ini bisa tahan 75 derajat celcius ketahanannya. Saya cukup mengapresiasi ide dan kegiatan ini,” ucapnya.

Lanjut Asmuni, dengan transfer ilmu kepada para PPK Dinas PUPR Pemerintah Daerah yang dilakukan ini, pekerjaan serupa bisa digunakan pada jalan jalan Nasional, Provinsi atau Kabupaten nantinya.

“Karena kita tahu lahan di bagian Timur Provinsi Jambi lahannya tanah lunak, jadi untuk membuat jalan itu salah satu solusi dibandingkan mortar. karena mortar lebih lama prosesnya. Geofoam ini fabrikasi dan pemasangan bisa lebih cepat, seperti panjang 6 meter, 1 kali pasang sudah 6 meter kubik. Ini salah satu solusi,” ucap Asmuni.

Sebelumnya, saat kunjungan rombongan disambut oleh pihak Satker PJBH. Untuk kunjungan Geofoam itu, PPK Pembangunan Jalan Tol Satker PJBH Provinsi Jambi Arief Budiarto mengatakan merupakan saran dari Kepala BPJN Jambi.

Dimana dilakukan semacam transfer ilmu kepada stakholder terkait itu. 60 orang peserta itu dibawa menggunakan 2 Bus AKAP, mereka berasal dari pejabat lapangan BPJN Jambi, PPK lainnya,ada juga Dinas PUPR Provinsi, Universitas Batanghari, Universitas Jambi ada dari Himpunan Pengusaha Jalan Indonesia.

Jalan tol pertama yang menggunakan geofoam adalah jalan tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu).

Jalan tol Jambi-Betung menggunakan geofoam karena terdapat bagian tanah yang labil berair, sehingga tidak bisa ditangani dengan urugan atau konstruksi biasa.

“Pengunaan geofoam ini kali kedua, yang pertama tol Cisumdawu, geofoam sendiri merupakan material expanded polystyrene berupa high density polysturene yang berbentuk balok-balok berbobot ringan dan tidak merubah kekuatan jalan yang kita bangun,” kata Benny.

Dia menambahkan teknologi geofoam ini sudah biasa diterapkan di luar negeri, terutama untuk menangani lapisan tanah yang labil.

“Teknologi geofoam yang diterapkan ini mampu mengurangi beban yang harus ditanggung oleh tanah dengan sangat signifikan,” sebutnya.

Geofoam sendiri dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat, tahan lama dan umur pemakaian sangat panjang.

Benny menyebut pemasangan geofoam dan kualitasnya harus sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknis tentang penggunaan material geofoam yang dikeluarkan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Pemasangan geofoam harus mendapatkan pengawasan supervisi dari aplikator yang memiliki keahlian atau pernah melakukan pekerjaan geofoam agar bisa mengarahkan para tenaga kerja untuk menyusun geofoam,” katanya.

Untuk pemasangan Geofoam saat ini masih berlangsung. Dan ditargetkan selesai pada Agustus.

Dijelaskan Benny, untuk waktu pemasangan, produktifitas sejauh ini dengan 30 tenaga kerja dalam 2 shift dapat mencapai 300 – 400 m3 perhari.

” Saat ini total tenaga kerja sebanyak 100 orang dengan produktifitas hariannya mencapai 900 – 1200 m3 per hari,” ucapnya. (*)

Akomentar Anda Terkait Artikel Ini?

Berita Terkait

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim
Kedua Tim Pers United Batang Hari Raih Tiket Melaju ke Babak Semifinal
Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional
Fun Football Silaturahmi Pers Bakal Bergulir Mulai Tanggal 23 Oktober Mendatang
Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Yonif 142/KJ dan BPBD Kota Jambi Gelar Latihan Bersama
Pemerintah Perkuat Ekonomi dan Kesehatan Desa, BPOM Kawal Produk Koperasi Merah Putih
Kopdes Aksi Nyata Pemerintah Jawab Persoalan Sosial Ekonomi Masyarakat
Kopdes Merah Putih Bukan Pesaing Warung Rakyat, Justru Perkuat Ekonomi Desa

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:31 WIB

Polres Batang Hari Terima Penyerahan Puluhan Senpi Rakitan dari Warga SAD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Polemik Pembangunan PKS PT ACA di Batang Hari, Kabid Perizinan Tegaskan Seluruh Izin Sudah Sesuai Regulasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Ketua TP PKK Batang Hari Ikuti Zoom Meeting Kegiatan Dari Dapur Menjadi Pupuk

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Kedua Tim Pers United Batang Hari Raih Tiket Melaju ke Babak Semifinal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Matangkan Perhelatan Fun Football, Panitia Gelar TM Bersama Perwakilan Tim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Fun Football Silaturahmi Pers Bakal Bergulir Mulai Tanggal 23 Oktober Mendatang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Batang Hari Gelar Police Go To Pesantren

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Yonif 142/KJ dan BPBD Kota Jambi Gelar Latihan Bersama

Berita Terbaru

Peng Chi-ming, Menteri Lingkungan Hidup Taiwan

Nasional

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:40 WIB