SANKSI.ID, BATANG HARI,- Wakil Bupati Batang Hari menghimbau kepada seluruh perusahaan dibidang perkebunan untuk mengkroscek kembali kesiapan logistik terhadap pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pasalnya, terhitung bulan juni hingga agustus 2025 mendatang wilayah kabupaten yang berjuluk bumi serentak bak regam telah memasuki musim curah hujan rendah (Musim Kemarau).
” Setiap perusahaan harus menjaga lahan dan hutan yang menjadi objek usaha mereka, maka dari itu sudah seharusnya juga pihaknya turut serta berperan didalam mencegah karhutla,” Ujar Wabup Batang Hari H Bakhtiar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wabup Bakhtiar juga menambahkan, selain itu perusahaan perkebunan juga harus mengaktifkan menara pemantauan dan berkolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat.
” Setiap tahun terjadinya karhutla pada kawasan tanaman perkebunan dan perhutanan biasanya akibat dari masyarakat ataupun pihak luar yang melakukan pembukaan lahan dengan cara di bakar,” Tambahnya.
Masih kata suami Nuraini Zubir, berdasarkan dari BMKG puncak musim curah hujan rendah diperkirakan beberapa bulan kedepan, maka dari itu dari saat ini dibutuhkan pencegahan dan upaya rencana aksi sejak dini.
” Sampai saat ini titik api (hotspot) selalu dipantau oleh BMKG mulai dari tingkat pusat, Provinsi maupun ditingkat daerah,” Demikian Wabup Bakhtiar.
















