SANKSI.ID, BATANG HARI, — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bulian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan panen sayuran pakcoy hidroponik di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Sebanyak 60 kilogram pakcoy berhasil dipanen dalam kegiatan pembinaan kemandirian bidang pertanian modern.
Tanaman pakcoy tersebut dibudidayakan menggunakan metode hidroponik, yakni teknik bercocok tanam tanpa tanah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Proses pembibitan, perawatan, hingga panen dilakukan secara intensif oleh para WBP di bawah bimbingan petugas pembinaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, hasil panen ini tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga dijual kepada masyarakat umum dan petugas Lapas Muara Bulian. Kegiatan ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran ekonomi produktif bagi para WBP.
Kepala Lapas Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani, menyampaikan apresiasi terhadap hasil panen dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat.
“Panen pakcoy hidroponik ini merupakan bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. Ini bagian dari kontribusi nyata kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan para WBP, tetapi juga membentuk pola pikir produktif dan mandiri.
“Kami akan terus mengembangkan potensi lahan SAE, baik untuk hidroponik maupun jenis pertanian lainnya, agar Lapas dapat berkontribusi lebih luas terhadap masyarakat dan lingkungan,” tutup Kalapas.
Dengan hasil panen ini, Lapas Muara Bulian membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu bertransformasi menjadi pusat pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkontribusi positif bagi ketahanan pangan daerah.
Sumber Berita : Humas Lapas Muara Bulian
















