SANKSI.ID, BATANG HARI, – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Bulian melaksanakan kegiatan skrining dan assessment rehabilitasi narkotika bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang warga binaan yang menjadi calon peserta program rehabilitasi pemasyarakatan tahun 2025. Beberapa waktu lalu
Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Muara Bulian, dan merupakan bentuk komitmen Lapas dalam mendukung program rehabilitasi yang menyeluruh dan berkelanjutan bagi warga binaan yang pernah terlibat penyalahgunaan narkotika. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan BNNK Batanghari dan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani, menyampaikan bahwa skrining dan asesmen ini merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi dan tingkat ketergantungan warga binaan terhadap zat adiktif, sehingga program rehabilitasi dapat dirancang sesuai kebutuhan masing-masing individu.
“Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami berharap proses rehabilitasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif dalam proses pembinaan warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Kalapas.
Tim dari BNNK Batanghari mengungkapkan apresiasinya terhadap komitmen Lapas Muara Bulian dalam melaksanakan program rehabilitasi bagi warga binaan.
“Skrining dan asesmen ini sangat penting sebagai dasar untuk menentukan metode rehabilitasi yang tepat. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BNNK, IKAI, dan Lapas Muara Bulian dalam mewujudkan program rehabilitasi berbasis kebutuhan individu,” ujar perwakilan BNNK Batanghari.
Tim dari BNNK Batanghari dan IKAI melakukan wawancara dan asesmen mendalam terhadap para peserta. Hasil dari asesmen ini akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi, baik secara medis maupun sosial.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar serta mendapat antusiasme dari para warga binaan yang mengikuti. Lapas Muara Bulian berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pemulihan terhadap warga binaan, khususnya dalam penanganan kasus narkotika.
Sumber Berita : Humas Lapas Muara Bulian
















